MENGAPA SAMPAH MENGHASILKAN BAU TIDAK SEDAP? INI PENJELASAN ILMIAHNYA

Pernahkah Anda membuka tempat sampah lalu langsung mencium bau tidak sedap? Bau tersebut umumnya berasal dari sampah organik, seperti sisa makanan, daging, ikan, sayuran, dan bahan lain yang mudah terurai. Berbeda dengan kemasan plastik atau benda anorganik lainnya yang pada umumnya tidak menghasilkan bau saat berada di tempat sampah. Lantas, mengapa sampah menghasilkan bau tidak sedap? Jawabannya berkaitan erat dengan proses penguraian bahan organik dan aktivitas mikroorganisme

Mengapa Sampah Bisa Berbau?

Sampah identik dengan bau yang tidak sedap, namun tidak semua sampah menghasilkan bau seperti sampah botol plastik, kardus kering, atau kemasan yang berasal plastik yang umumnya tidak menjadi sumber yang menyebabkan bau. Biasanya bau yang tidak sedap itu terjadi ketika sampah mulai mengalami pembusukan. Sisa makanan dan bahan organik lainnya secara perlahan akan terurai. Dalam proses tersebut, mikroorganisme seperti bakteri memecah bahan organik menjadi berbagai senyawa kimia. Sebagian dari senyawa tersebut mudah menguap ke udara dan kemudian ditangkap oleh indra penciuman manusia. Semakin lama sampah organik dibiarkan, terutama dalam kondisi lembap dan minim sirkulasi udara, proses pembusukan dapat semakin intensif sehingga bau yang dihasilkan juga semakin kuat.

Senyawa Apa yang Menyebabkan Bau Sampah

Bau sampah sebenarnya merupakan hasil dari campuran berbagai senyawa kimia. Menariknya, senyawa yang jumlahnya paling banyak belum tentu menjadi penyebab utama bau.

Hal ini disebabkan setiap senyawa memiliki ambang batas bau (odor threshold) yang berbeda. Ambang batas bau adalah jumlah minimum suatu senyawa yang diperlukan agar keberadaannya dapat terdeteksi oleh indra penciuman manusia. Ada senyawa yang membutuhkan konsentrasi tinggi agar dapat tercium. Sebaliknya, ada pula senyawa yang dalam jumlah sangat kecil sudah mampu menghasilkan bau yang kuat

  1. Senyawa Sulfur
Sumber : Asiah, Nurul, et al., 2024 dalam buku “Belajar Hidup Minim Sampah Mulai Dari Dapur Rumah“

Salah satu kelompok senyawa yang sangat berpengaruh terhadap bau sampah adalah senyawa yang mengandung belerang.

Contohnya adalah:

  • Hidrogen sulfida (H₂S) yang memiliki aroma khas seperti telur busuk.
  • Dimetil sulfida yang dapat memberikan aroma seperti kubis busuk.
  • Metanetiol (methanethiol) yang juga memiliki bau menyengat menyerupai sayuran atau kubis yang membusuk.

Senyawa-senyawa tersebut memiliki ambang batas bau yang rendah. Artinya, konsentrasi yang sangat kecil di udara sudah dapat terdeteksi oleh manusia.

2. Senyawa Nitrogen

Sumber : Asiah, Nurul, et al., 2024 dalam buku “Belajar Hidup Minim Sampah Mulai Dari Dapur Rumah“

Selain senyawa belerang, proses pembusukan juga menghasilkan senyawa yang mengandung nitrogen.

Beberapa di antaranya adalah putresin dan kadaverin, yang berkaitan dengan proses pembusukan jaringan hewan. Senyawa ini sering dikaitkan dengan bau khas yang muncul ketika daging membusuk.

Ada pula amonia yang dapat terbentuk selama penguraian bahan organik. Dibandingkan beberapa senyawa penyebab bau lainnya, amonia memiliki ambang batas bau yang relatif lebih tinggi.

3. Lain-lain

Sumber : Asiah, Nurul, et al., 2024 dalam buku “Belajar Hidup Minim Sampah Mulai Dari Dapur Rumah“

Proses penguraian sampah organik tidak hanya menghasilkan senyawa belerang dan nitrogen. Berbagai senyawa lain juga dapat terbentuk, termasuk asam karboksilat, aldehida, dan terpen.

Beberapa contoh asam karboksilat yang dapat ditemukan dalam proses penguraian bahan organik antara lain:

  • Asam asetat, yang memiliki karakteristik aroma seperti cuka.
  • Asam butanoat, yang memiliki bau sangat menyengat dan sering dikaitkan dengan aroma muntahan.
  • Asam propanoat, yang dapat menghasilkan aroma tengik.

Sementara itu, asetaldehida dapat memberikan karakter aroma yang tajam atau menusuk pada kondisi tertentu.

Campuran berbagai senyawa inilah yang kemudian menghasilkan aroma khas dari sampah yang membusuk.

Mengapa Bau Sampah Semakin Menyengat Jika Dibiarkan

Ada beberapa kondisi yang dapat memepercepat bau pada sampah, terutama:

  1. Sampah Organik Menumpuk
    • Semakin banyak bahan organik yang tersedia, semakin banyak pula material yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme
  2. Kondisi Lembab Air
    • Air atau cairan dari sisa makanan dapat menciptakan kondisi yang mendukung proses penguraian
  3. Sampah Tercampur
    • Ketika sisa makanan, plastik, cairan, dan berbagai jenis sampah lainnya tercampur, pengelolaannya menjadi lebih sulit dan sampah organik cenderung lebih lama berada di dalam kondisi yang memicu pembusukan
  4. Sirkulasi Udara Terbatas
    • Tempat sampah yang tertutup rapat dan memiliki sedikit pertukaran udara dapat menciptakan kondisi yang berbeda untuk proses penguraian dan pembentukan senyawa berbau

Bagaimana Cara Mengurangi Bau Sampah

Bau sampah dapat dikurangi dengan menerapkan pengelolaan sampah yang tepat sejak dari sumbernya. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

  • Pisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.
  • Jangan membiarkan sisa makanan menumpuk terlalu lama.
  • Tiriskan cairan dari sisa makanan sebelum dibuang.
  • Manfaatkan sampah organik untuk kompos atau pengolahan organik lainnya.
  • Simpan sampah dalam wadah yang sesuai dan bersihkan tempat sampah secara rutin.
  • Kurangi pencampuran antara sampah organik dengan sampah yang masih memiliki nilai guna atau dapat didaur ulang.

Pemilahan dari sumber juga membuat proses pengolahan sampah menjadi lebih efektif karena setiap jenis sampah dapat diarahkan ke metode pengelolaan yang sesuai.

Jadi, mengapa sampah menghasilkan bau tidak sedap? Bau tersebut terutama berasal dari proses penguraian sampah organik oleh mikroorganisme yang menghasilkan berbagai senyawa mudah menguap. Senyawa belerang seperti hidrogen sulfida, senyawa nitrogen seperti amina, serta berbagai asam organik dapat berkontribusi terhadap aroma busuk yang kita kenal sebagai bau sampah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home
Service
Search
Account