
Vermikompos merupakan pupuk organik yang diperoleh melalui proses penguraian bahan-bahan organik dengan bantuan cacing tanah, terutama jenis Eisenia fetida dan Lumbricus rubellus. Hasil penguraian tersebut berupa kompos yang kaya akan nutrisi dan memiliki tekstur granular. Penggunaan vermikompos dapat membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan sirkulasi udara, menjaga kelembapan, serta mendukung ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
Hasil dekomposisi bahan organik yang dihasilkan oleh cacing mengandung sejumlah unsur hara esensial dan zat pengatur tumbuh tanaman. Vermikompos mengandung unsur-unsur hara makro dan mikro seperti : Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Carbon (C), Seng (Zn), Mangan (Mn) dan Tembaga (Cu), serta mengandung hormon yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk pertumbuhan seperti auksin, giberelin dan sitokinin dimana ketiga hormon ini berperan penting dalam memacu tinggi tanaman.[1]
Sejauh ini, ada banyak bahan organik yang dapat digunakan sebagai bahan baku vermikompos. Beberapa di antaranya adalah limbah rumah sakit limbah pertanian limbah industri limbah dapur limbah jerami padi dan rumput, kotoran sapi, kotoran domba, kotoran ayam, dan limbah bunga.[2]
Manfaat Vermikompos untuk Tanaman dan Tanah Anda
- Penekanan patogen
Penelitian menunjukkan bahwa vermikompos tidak membunuh patogen di dalam tanah, tetapi mencegah patogen tersebut menjadi ganas dan menyerang tanaman.
- Pengiriman Nutrisi
Vermikompos, dibandingkan dengan kompos konvensional, biasanya memiliki kadar nutrisi yang lebih tinggi yang tersedia bagi tanaman, terutama nitrogen dan fosfor.
- Retensi Air
Di daerah dengan sumber air yang menipis – atau semakin menipis – dan/atau tanah yang banyak mengandung pasir atau lempung, menambahkan vermikompos atau kotoran cacing ke tanah akan membantu menjaga air di dalam tanah dan menghemat sumber daya yang berharga itu.
- Peningkatan Populasi Mikroorganisme
Vermikompos dapat menjadi komunitas mikroba yang berkembang pesat, penuh dengan jamur dan bakteri bermanfaat yang membantu kesehatan tanah. Tanah yang sehat dikatakan terdiri dari sekitar 5% bahan organik, tetapi pada tanah yang terlalu banyak ditanami, angka tersebut telah turun menjadi 1%. Menambahkan vermikompos ke tanah dapat membantu mengembalikan keseimbangan tersebut.
- Pengendalian Hama
Mirip dengan pengaruhnya terhadap patogen, vermikompos tidak membunuh atau mengusir hama, tetapi dapat membantu mencegah serangan.
- Pengaturan Pertumbuhan Tanaman dan Peningkatan Hasil Panen
Banyak penelitian menunjukkan bahwa penggunaan vermikompos atau pupuk cacing menghasilkan peningkatan hasil panen pada berbagai tanaman, mulai dari stroberi, tomat, paprika, dan banyak lagi. Beberapa vermikompos juga mengandung hormon yang mengatur dan mendorong pertumbuhan tanaman.
- Pemulihan Tanah Tercemar
Banyak penelitian menunjukkan bahwa cacing tanah dan mikroba yang ditemukan dalam vermikompos yang aktif terbukti dapat memperbaiki tanah yang terkontaminasi hidrokarbon, polutan agrokimia, radikal bebas logam berat, dan banyak lagi.[3]
Jenis Cacing Tanah yang Sesuai untuk Vermikompos
Tidak semua jenis cacing tanah dapat digunakan dalam proses pembuatan vermikompos. Cacing yang ideal adalah jenis yang mampu menguraikan bahan organik secara cepat serta dapat beradaptasi dengan kondisi lingkungan tempat pemeliharaan.
- Eisenia fetida (cacing merah): Banyak digunakan karena memiliki tingkat reproduksi yang tinggi dan mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi suhu.
- Lumbricus rubellus (cacing tanah merah): Memiliki kemampuan baik dalam menguraikan bahan organik sehingga menghasilkan vermikompos yang kaya nutrisi.
- Perionyx excavatus: Sangat sesuai untuk wilayah beriklim tropis, termasuk Indonesia, karena memiliki toleransi yang cukup baik terhadap suhu panas.
Pemilihan jenis cacing yang tepat menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan vermikompos yang optimal. Oleh karena itu, gunakan bibit cacing dari sumber yang terpercaya agar kualitasnya terjaga dan risiko kontaminasi dapat diminimalkan.[4]
PROSES PEMBUATAN VERMIKOMPOS
Langkah membuat pupuk Vermikompos adalah sebagai berikut :[5]
- Wadah (Worm Bin) yang digunakan untuk meletakkan cacing harus dilubangi terlebih dahulu pada bagian dasar dan sampingnya untuk memastikan cacing mendapat aliran atau sirkulasi udara yang cukup.
- Bahan organik yang digunakan sebagai media yaitu limbah rumah tangga terkecuali produk hewani, harus difermentasi selama kurang lebih 2 minggu.
- Selanjutnya, diletakkan beberapa cacing dalam media tersebut. Jika cacing meninggalkan media, berarti kondisi media belum cocok untuk cacing. Media yang baik untuk pembuatan pupuk vermikompos yaitu kelembaban sekitar 50-55%, suhu 30-55oC, pH 5,5-8, dan aerasi (terdapat udara). Media harus terus disesuaikan sampai cacing menetap dan tidak meninggalkan media tersebut.
- Setelah cacing menetap di media tersebut, masukkan cacing segenggaman pada bahan organik media perkembangan cacing.
- Pada bagian dasar wadah atau tempat pembuatan vermikompos diberi pelepah pisang sebagai tempat cacing bertelur.
- Setelah 3 hari, buka wadah dan lihat apakah kompos sudah mulai terbentuk dan sampah organik menghilang. Jika sampah sudah habis, tambahkan kembali sampah dan lakukan proses tersebut berulang-ulang hingga jumlah pupuk yang dihasilkan cukup banyak, pupuk yang sudah siap digunakan berwarna kehitaman dan tidak berbau.
- Selanjutnya, setelah beberapa hari atau minggu proses berlangsung, maka akan terbentuk vermikompos yang ditandai dengan perubahan bahan organik menjadi remah atau hancur dan terdapat butit-butir kecil lonjong yang sebenarnya adalah kotoran cacing.
- Jika pupuk sudah dirasa cukup, maka cacing tanah dapat dipisahkan dengan pupuk vermikompos.
- Pupuk vermikompos kemudian dikeringkan dan siap digunakan.
Tips Membuat Vermikompos Berkualitas
Agar proses pembuatan vermikompos dapat berlangsung dengan optimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:
- Cacah bahan organik terlebih dahulu agar ukurannya lebih kecil sehingga proses penguraian berlangsung lebih cepat.
- Pertahankan pH media pada kisaran netral, yaitu sekitar 6,5–7,5. Jika media terlalu asam, Anda dapat menambahkan kapur pertanian secukupnya.
- Hindari pemberian pakan secara berlebihan karena dapat memicu peningkatan suhu media dan menimbulkan bau yang tidak sedap.
- Lindungi media dari predator, seperti semut, tikus, dan burung, dengan menggunakan wadah yang aman dan tertutup.
- Periksa perkembangan populasi cacing secara rutin. Jika jumlahnya sudah terlalu banyak, sebagian cacing dapat dipisahkan untuk dikembangkan pada media baru.
- Simpan vermikompos setelah dipanen di tempat yang kering, sejuk, dan terlindung dari sinar matahari langsung agar kualitasnya tetap terjaga.
Dengan memperhatikan langkah-langkah tersebut, pembuatan vermikompos dapat dilakukan secara lebih efektif dan menghasilkan pupuk organik yang berkualitas. Selain membantu mengurangi limbah organik, vermikompos juga dapat menjadi alternatif pupuk yang mendukung praktik pertanian berkelanjutan.
Referensi:
[1] Tanzil, A. I., Rahayu, P., Jamila, R., Fanata, W. I. D., Sholikhah, U., & Ratnasari, T. (2023). Pengaruh sampah organik terhadap karakteristik kimia vermikompos. Agroradix: Jurnal Ilmu Pertanian, 7(1), 67-76.
[2] Esti Riani (2023). Mengenal Vermikompos, Prosesnya, dan Manfaatnya. https://walungan.org/2023/08/28/mengenal-vermikompos-prosesnya-dan-manfaatnya/
[3] Dikutip dari artikel berjudul Manfaat Vermikompos bagi Tanaman dan Tanah. https://urbanwormcompany.com/plant-and-soil-benefits-of-vermicompost/
[4] https://www.centrabiotechindonesia.com/id/blog/vermikompos-membuat-pupuk-dari-cacing-tanah
[5] Artati, Y., AK, K. F., & Wirayuda, I. (2023). Pembuatan Vermikompos Dengan Memanfaatkan Limbah Organik Rumah Tangga di Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara. Jurnal Pengabdian Al-Ikhlas Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjary, 9(2).
Tinggalkan Balasan